PENERAPAN BUDAYA POSITIF MELALUI KESEPAKATAN KELAS
Cucu Cahyati
CGP Angkatan 4
Kota Bandung
Latar
Belakang
Sekolah idaman adalah sekolah yang mampu menciptakan kenyamanan
dan memberikan kemerdekaan untuk hidup dan berkembang bagi peserta didik sesuai
kodratnya. Sekolah tersebut terhindar dari segala macam bentuk penindasan,
bulliying, kekerasan dan pemaksaan terhadap warga sekolah khususnya peserta
didik. Sekolah tersebut akan berusaha sekuat tenaga untuk menciptakan suasana
yang penuh dengan kehamonisan dan pembiasaan yang positif.
Sekolah seyogianya berusaha menciptakan iklim pendidikan yang
mampu membiasakan setiap warganya khususnya peserta didik melakukan budaya atau
kebiasaan yang positif. Budaya yang mengakar kuat dan menjadi sebuah kebiasaan
yang dilakukan secara kontinyu dan sadar oleh setiap warga sekolah. Semua pihak
harus terlibat dalam pembiasaan positif tersebut. Pembiasaan positif yang
merupakan budaya positif akan menjadi budaya sekolah.
Budaya positif sendiri merupakan sebuah model disiplin yang difokuskan pada perilaku positif murid agar menjadi pribadi penuh hormat dan bertanggung jawab (Nelsen, Lott & Glenn, 2000). Budaya positif mengajarkan keterampilan sosial, emosional serta keterampilan kehidupan yang penting seperti karakter sopan, santun dan rendah hati untuk dilakukan oleh peserta didik maupun orang dewasa (termasuk orang tua, guru, staf administrasi dan lainnya). Dalam menerapkan budaya ini di sekolah, pendidik memiliki peran penting untuk membimbing, memfasilitasi, menjadi panutan dan mensosialisasikan kepada murid mengenai perilaku yang sesuai. Agar perubahan berhasil, diperlukan pendekatan terkoordinasi yang melibatkan semua peran di komunitas praktisi. Sekolah dan pendidik harus bekerjasama dengan orang tua untuk memastikan konsistensi perilaku positif peserta didik ketika berada di rumah dan lingkungan sekolah.
Deskripsi Aksi Nyata
Tujuan
1.
Menumbuhkan budaya positif dengan kesepakatan kelas.
2.
Menumbuhkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila pada diri
peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Tolak Ukur
Menanamkan dan Membiasakan Budaya Positif
dengan Kesepakatan Kelas, dalam Proses pembelajaran
Linimasa tindakan yang dilakukan
1.
Meminta izin dan dukungan kepala sekolah terkait aksi nyata yang
akan dilakukan
2.
Mensosialisasikan kepada seluruh warga meliputi kepala sekolah ,
guru, peserta didik , dan tenaga kependidikan terkait disiplin positif,
kesepakatan kelas dan profil pelajar pancasila
3.
Membimbing siswa dalam penerapan aksi nyata
- Guru menjelaskan tentang pengertian dan pentingnya kesepakatan
kelas.
- Guru memfasilatasi peserta didik untuk membuat kesepakatan
kelas.
- Kesepakatan kelas yang telah disepakati selanjutnya
ditandatangani seluruh warga kelas dan
dipasang di dinding kelas.
4. Menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan dalam aksi
nyata menjadi pembiasaan budaya positif di sekolah
Mendokumentasikan setiap kegiatan menumbuhkan, mencerminkan
dan membiasakan nilai-nilai profil
pelajar Pancasila.
Dukungan yang dibutuhkan
1.
Kepala sekolah dan teman sejawat melalui konsultasi dan umpan
balik
2.
Anak didik yang mendukung dalam membuat keyakinan kelas
3. Orang tua murid yang berperan sebagai tangan panjang guru dalam
melanjutkan tindakan budaya positif ddari kelas ke rumah
4.
Sarana dan prasarana sekolah yang memadai
Komentar
Posting Komentar